Enter your keyword

Inovasi IoT untuk Deteksi Kebocoran Pipa: Kolaborasi Fisika ITB dan PDAM Banjar dalam Pengembangan Sistem Cerdas

Inovasi IoT untuk Deteksi Kebocoran Pipa: Kolaborasi Fisika ITB dan PDAM Banjar dalam Pengembangan Sistem Cerdas

Bandung, fi.itb.ac.id–Dosen Kelompok Keilmuan Fisika Instrumentasi dan Komputasi melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat melalui pengenalan dan demonstrasi proyek riset bertajuk sistem deteksi kebocoran pipa berbasis Internet of Things (IoT) untuk PDAM Banjar. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 15 Mei 2026, dan dipimpin oleh Dr. Maria Evita, S.Si., M.Si. bersama tim mahasiswa Sarjana dan Doktor Fisika yang terdiri dari Ikbar Fauzul Mubin Ruhimat (S1 Fisika), Kayla Sabira Yusuf (S1 Fisika), Muhammad Kamal (S1 Fisika), dan I Kadek Agus Sara Sawita (S3 Fisika). Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan PDAM Banjar, yaitu Agus Koswara, S.T. selaku Kepala Bagian Teknik, Hadar Rumarsa, S. Kom. selaku Kepala Subbagian Produksi, Sri Yunia Handayani, S. Kom. selaku Kepala Subbagian Perencanaan dan Pengembangan, serta Atang Hermawan selaku Kepala Subbagian Distribusi.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi akademisi dalam membantu menjawab permasalahan nyata yang dihadapi masyarakat dan industri, khususnya dalam sistem distribusi air bersih. Salah satu tantangan utama yang dihadapi PDAM Banjar adalah sulitnya mendeteksi lokasi kebocoran pipa secara cepat dan akurat. Kebocoran yang tidak segera terdeteksi dapat menyebabkan kehilangan air dalam jumlah besar serta meningkatkan biaya operasional dan pemeliharaan jaringan distribusi.

Berangkat dari permasalahan tersebut, tim pengabdian masyarakat menginisiasi pengembangan sistem deteksi kebocoran pipa berbasis IoT yang dirancang dalam skala laboratorium. Sistem ini memanfaatkan tiga sensor utama untuk memantau kondisi aliran air dan karakteristik pipa secara real-time. Data yang diperoleh kemudian diolah dan dianalisis menggunakan pendekatan Machine Learning untuk membantu mengidentifikasi indikasi kebocoran secara lebih efektif.

Dalam kegiatan yang berlangsung di lingkungan PDAM Banjar tersebut, tim memaparkan konsep dasar sistem, mekanisme kerja sensor, hingga alur pengolahan data yang digunakan pada proyek riset. Selain sesi pemaparan, tim juga melakukan demonstrasi langsung prototype sistem kepada staf PDAM sehingga peserta dapat melihat proses monitoring dan pendeteksian kebocoran secara langsung.

Antusiasme dari pihak PDAM Banjar terlihat dari berbagai diskusi dan pertanyaan yang muncul selama kegiatan berlangsung. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin kolaborasi yang berkelanjutan antara institusi pendidikan dan industri dalam mengembangkan solusi teknologi yang aplikatif dan bermanfaat bagi masyarakat.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini juga menjadi bentuk implementasi keilmuan Fisika Instrumentasi dan Komputasi dalam menyelesaikan permasalahan di dunia nyata, sekaligus mendorong mahasiswa untuk aktif berkontribusi melalui riset dan inovasi teknologi berbasis kebutuhan masyarakat.

Penulis: ME, editor: AU.