Enter your keyword

Sejarah

Undergraduate Program in Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Bandung Institute of Technology is one of the best and the oldest Physics study program in Indonesia. This program was opened in 1948 and is the first study program under the Department of Physics. The Department has been continuously growing by offering other study programs at master and doctoral levels. However, in line with the changes of ITB's strategic policies in responding to scientific developments, especially those related to education and research programs, the concept of human resource management of ITB has changed. In 2006, the department as a home base of faculty staff was liquidated, and as the replacement, the research divisions as the smallest entity to manage and to develop faculty staff were established. The faculty was then re-organized and becoming a cluster of a streamlined research division. Furthermore, the physics program is managed by the faculty and supported by six research divisions in the field of physics. Currently, the physics program is growing alongside five other study programs, i.e., Master Program in Physics, Doctoral Program in Physics, Master Program in Physics Teaching, Master Program in Nuclear Science and Engineering, and Doctoral Program in Nuclear Engineering. The education quality of the physics program is assured through external quality assurance by the accreditation process. The program is accredited with the rating "Excellent" by the National Accreditation Board for Higher Education (BAN-PT). The program is also certified by the ASEAN University Network-Quality Assurance. Recently, the program is accredited by ASIIN (The Accreditation Agency for Study Programmes in Engineering, Informatics, Natural Sciences and Mathematics), an international accreditation agency based in Germany. The physics program is also recognized as the best physics program in Indonesia, as listed in the QS World University Subject Ranking. Supporting by 74 lectures in six research divisions that have different research focuses: the physics of complex systems research division, the physics of electronic material research division, the physics of magnetic and photonic research division, the nuclear physics and biophysics research division, the theoretical high energy physics research division, and the instrumentation and computational physics research division; we will continue to innovate and produce the nation's next generation who will contribute to the development of the nation and the development of science and technology in the world.

Sejak awal akreditasi nasional, program sarjana, magister, dan doktor fisika telah terakreditasi A / Unggul. Program Magister Pengajaran Fisika juga telah terakreditasi A, sedangkan Program Magister Sains dan Teknologi Nuklir serta Program Doktor Teknologi Nuklir belum terakreditasi. Secara regional dan internasional, program sarjana fisika disertifikasi oleh AUN-QA (ASEAN Universitas Network-Quality Assurance) pada tahun 2009 dan terakreditasi ASIIN (Akkreditierungsagentur für Studiengänge der Ingenieurwissenschaften, der Informatik, der Naturwissenschaften und der Mathematik), suatu lembaga akreditasi internasional yang berbasis di Jerman pada tahun 2014.

Mahasiswa berasal dari seluruh wilayah Indonesia dan sebagian kecil dari luar negeri. Seleksi calon mahasiswa sarjana dilakukan melalui jalur seleksi nasional (SNMPTN dan SBMPTN) dan berdasarkan fakultas, bukan program studi. Secara rata-rata calon mahasiswa yang diterima di FMIPA ITB memiliki nilai tes tertinggi dibandingkan dengan rata-rata nilai calon mahasiswa dari FMIPA lainnya. Mahasiswa doktoral umumnya adalah dosen muda dari berbagai universitas. Sebagian besar mahasiswa program magister pengajaran fisika berlatar belakang pendidikan fisika atau sains. Beberapa dari mereka memiliki pengalaman sebagai guru fisika atau IPA sedangkan sisanya ingin menjadi guru atau dosen setelah menyelesaikan program. Beberapa mahasiswa sarjana memenangkan kompetisi sains nasional tahunan On-MIPA.

Tenaga akademik yang melayani program-program studi fisika memiliki kualifikasi doktor yang diperoleh dari berbagai universitas di seluruh dunia. Karena kebijakan ITB yang mewajibkan sebagian besar mahasiswa ITB mengambil mata kuliah Fisika Dasar, jumlah staf Fisika ITB cukup banyak dibandingkan dengan jumlah staf fisika perguruan tinggi lain. Staf dikelompokkan ke dalam divisi penelitian fisika bumi dan sistem kompleks, fisika material elektronik, fisika instrumentasi dan komputasi, fisika nuklir dan biofisika, fisika material fotonik dan magnetik, serta fisika teoretik energi tinggi. Divisi-divisi tersebut menjelaskan bidang penelitian staf.

Sejak pertengahan tahun 1990-an, Kementerian Pendidikan melaksanakan program peningkatan kualitas yang kompetitif. Di bidang pendidikan, hibah untuk meningkatkan kualitas pendidikan sarjana, yaitu proyek QUE (Quality Undergraduate Education) dan PHK-B (Program Hibah Kompetisi B) diperoleh program sarjana fisika pada tahun 1998-2003 dan 2005-2007. Hibah tersebut antara lain dimanfaatkan untuk peningkatan kualitas perpustakaan fisika, fasilitas laboratorium pendidikan, dan renovasi gedung. Di bidang penelitian, dua hibah center grant (dari tiga hibah yang diperoleh ITB) diperoleh kelompok keilmuan fisika, yaitu kelompok keilmuan fisika material elektronik dan fisika bumi. Sejak akhir abad ke-20 hingga saat ini, berbagai hibah penelitian kompetitif telah ditawarkan oleh kementerian, lembaga lain, maupun oleh ITB sendiri. Dosen Fisika adalah peneliti aktif yang sebagian berkolaborasi internasional dan anggota asosiasi nasional dan internasional. Mereka termasuk yang sangat kompetitif dalam memenangkan hibah-hibah penelitian. Selain itu, berbagai penghargaan yang diterima oleh individu dosen seperti penghargaan Habibie, penghargaan makalah terbaik /berprestasi, penghargaan Riset Unggulan Terpadu dari Presiden Indonesia, lifetime research achievement award, prestasi dosen nasional, dan prestasi ketua program studi nasional.