Enter your keyword

Eksplorasi Fisika di Luar Kelas: Merawat Rasa Ingin Tahu, Menumbuhkan Kebersamaan

Eksplorasi Fisika di Luar Kelas: Merawat Rasa Ingin Tahu, Menumbuhkan Kebersamaan

Bandung, 23 April 2026 — Pada 10 April 2026 Fisika ITB kedatangan Muhammad Hamzah Fauzi (FI-04), Kepala Pusat Riset Fisika Kuantum, Badan Riset dan Inovsi Nasional (PRFK-BRIN) untuk berbincang seputar fisika kuantum dalam program #OpenClass Fisika. Suasana hangat tersebut berlanjut dua pekan kemudian, tepatnya Kamis siang 23 April 2024, ketika acara bertajuk “Eksplorasi Fisika di Luar Kelas: Merawat Rasa Ingin Tahu, Menumbuhkan Kebersamaan” kembali digelar di Ruang Seminar 2 Fisika, Labtek XV lantai 8. Kegiatan ini merupakan inisiatif bersama Program Studi dan Himpunan Mahasiswa Fisika (HIMAFI), yang bertujuan membuka ruang diskusi yang lebih luas di luar kelas mengenai topik-topik Fisika.

Acara kali ini menghadirkan Ahmad Ridwan Tresna Nugraha (FI-04), yang juga Kepala PRFK-BRIN periode sebelumnya (2022-2024) , dan dipandu Kaprodi Sarjana Fisika (Agus Suroso). Belasan mahasiswa hadir dalam kegiatan ini, duduk bersama dalam suasana diskusi yang akrab.

Diskusi dibuka dengan pemaparan dari Ahmad Ridwan mengenai kesadaran riset dalam skala global. Ia menyoroti perbandingan yang cukup mencolok: ketika negara-negara maju mampu memiliki rata-rata ribuan peneliti per satu juta penduduk, Indonesia bahkan belum mampu melampaui angka 250 peneliti per satu juta penduduknya. Angka ini menjadi bahan refleksi, sekaligus membuka ruang diskusi tentang posisi serta tantangan riset di Indonesia saat ini.

Pembahasan kemudian diperkuat dengan data berupa grafik jumlah publikasi ilmiah dari peneliti Indonesia setiap tahunnya, lengkap dengan kualitas dan pengaruhnya di tingkat global. Angkanya bervariasi di berbagai bidang; mulai dari teknik, matematika, fisika, kedokteran, kimia, hingga ilmu sosial. Namun, terdapat outlier pada bidang medis dan fisika. Kedua bidang ini mampu menembus rata-rata kualitas publikasi yang cukup tinggi, yang menunjukkan bahwa kontribusi Indonesia di bidang tersebut memiliki dampak yang signifikan di kancah internasional.

Selanjutnya, diskusi mengalir ke pengalaman Ahmad Ridwan semasa menjadi mahasiswa di ITB (2004-2008), khususnya dalam organisasi Kelompok Studi Mahasiswa (KSM). KSM menjadi ruang eksplorasi di luar kelas yang diinisiasi langsung oleh mahasiswa dan dengan dukungan penuh dari Program Studi. Berbagai kegiatan dilakukan, mulai dari diskusi topik fisika yang belum diajarkan di kelas, eksplorasi aplikasi fisika dalam kehidupan sehari-hari, kolaborasi penulisan artikel, hingga sesi tutorial bersama untuk berbagai mata kuliah. Bahkan, hal-hal non-esensial di kelas, seperti belajar menulis menggunakan LaTeX, juga menjadi bagian dari proses belajar tersebut. Karena sifatnya yang berbasis inisiatif mahasiswa, pencapaian seperti mempresentasikan hasil studi di seminar luar kota menjadi pengalaman yang sangat berkesan.

Selain berbagi pengalaman, berbagai insight dan saran juga disampaikan untuk mendorong perkembangan mahasiswa di masa yang akan datang. Diskusi mencakup upaya menghidupkan atmosfer akademik pada mahasiswa, alternatif program kerja divisi akademik HIMAFI, hingga gambaran dunia karier serta persiapannya (seperti magang, relasi dengan alumni fisika, dan prospek kerja). Peran prodi juga terlihat melalui dorongan dan perhatian terhadap perkembangan mahasiswa serta dinamika himpunan. Diskusi juga meluas ke hal-hal praktis di luar topik utama, seperti teknik formatting presentasi yang baik, penentuan ukuran gambar atau grafik pada slide, hingga aspek teknis seperti durasi ideal dalam menjelaskan satu slide. Pengalaman Ahmad Ridwan dan Agus Suroso dalam berbagai forum presentasi turut menjadi tambahan wawasan yang berharga bagi mahasiswa.

Selama kurang lebih dua setengah jam, diskusi berlangsung secara aktif dengan partisipasi mahasiswa yang cukup tinggi, dengan berbagai pertanyaan dan tanggapan yang muncul sepanjang sesi. Suasana diskusi yang santai namun penuh inspirasi ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk merefleksikan pengalaman belajar, memperluas wawasan di luar materi perkuliahan, serta memperkuat interaksi akademik antara mahasiswa, dosen, serta alumni.
Penulis: Lim, Edbert Valentino Halim (10223077). Editor: AU.

=================
Arsip berita tentang Kelompok Studi Mahasiswa (KSM) Fisika ITB: