Logo

Fisika ITB

PROGRAM STUDI SARJANA FISIKA  
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Institut Teknologi Bandung
2014

SEJARAH
Program Studi Sarjana Fisika awalnya adalah Departemen Fisika yang berdiri pada tahun 1948 sebagai bagian dari Fakulteit van Exacte Wetenschap dari Nood Universiteit van Jakarta. Kemudian fakultas tersebut berubah nama menjadi Faculteit van Wiskunde en Natuur Wetenschap. Pada akhir tahun 1949 nama fakultas tersebut diubah menjadi Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam (FIPIA) dan merupakan bagian dari  Universitas Indonesia. Pada tahun 1959, Presiden Republik Indonesia pertama, Ir. Soekarno, meresmikan berdirinya Institut Teknologi Bandung (ITB) yang mempunyai dua fakultas, yaitu Fakultas Teknik dan FIPIA. Selanjutnya FIPIA berubah menjadi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) hingga sekarang. Sejalan dengan perubahan struktur keorganisasian ITB pada tahun 2006, saat ini Program Studi Fisika dikelola oleh FMIPA ITB. Ada 4 program studi fisika: Sarjana Fisika, Magister Fisika, Magister Pengajaran Fisika dan Doktor Fisika.  Mulai tahun 2008 Program Studi Sarjana Fisika memiliki ketua program studi tersendiri.

TUJUAN:
Tujuan Program Studi Sarjana Fisika adalah untuk menghasilkan profesional yang dapat bertindak sebagai peneliti, dosen, guru, tenaga ahli di industri, serta menjadi wirausahawan.

LUARAN (OUTCOME) Program Studi
Lulusan Program Studi Sajana Fisika diharapkan:
1.    Mampu menunjukkan pengetahuan tentang konsep-konsep fisika klasik dan fisika modern melalui identifikasi sifat-sifat fisis dari suatu sistem fisis.
2.    Dapat memformulasi sistem fisis standar ke dalam model fisis dengan menggunakan matematika.
3.    Dapat memecahkan masalah suatu sistem fisis standar secara komprehensif menggunakan matematika dan perangkat komputasi.
4.    Dapat menganalisis sistem fisis dengan mengaplikasikan matematika dan perangkat komputasi/ICT.
5.    Dapat mendesain dan melaksanakan eksperimen dalam bidang fisika atau bidang lain terkait fisika, sertadapat mengolah, menganalisis, dan menginterpretasi data yang diperoleh.
6.    Mempunyai kemampuan dasar dalam komunikasi lisan dan mampumenulis laporan ilmiahdalam format penulisan yang sesuai.
7.    Dapat bekerja secara efektif, baik secara individu maupun dalam grup.
8.    Dapat mengaplikasikan pengetahuannya dalam bidang fisika ke bidang yang lebih luas / permasalahan interdisiplin.
9.    Memiliki karakter dasar seorang ilmuwan yang baik.
10.  Mempunyai kemampuan untuk meningkatkan pengetahuannya dan dapat melanjutkan studi ke tingkat yang lebih tinggi.