Purnabakti dan Sharing Inspiratif Dr. Daniel Kurnia
Menghormati Perjalanan Empat Dekade
Bandung–fi.itb.ac.id. Acara purnabakti Dr. Daniel Kurnia pada 23 Januari 2026 menjadi momen penting bagi komunitas Fisika ITB untuk memberikan penghormatan atas perjalanan beliau sejak memasuki kampus sebagai mahasiswa pada tahun 1979 hingga purnabakti sebagai dosen pada tahun 2026. Suasana hangat dan penuh rasa kekeluargaan menemani rangkaian acara ini, sebagai ungkapan syukur dan terima kasih atas dedikasi, keteladanan, serta kontribusi besar yang telah beliau berikan selama lebih dari empat dekade.
Acara diawali sambutan dari Prof. Alexander Iskandar selaku Ketua KK Fisika Magnetik dan Fotonik, yang menyoroti kecekatan, ketelatenan, dan kemampuan teknis luar biasa Dr. Daniel yang selalu hands‑on dalam menyelesaikan berbagai persoalan instrumentasi. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Dr. Agus Suroso mewakili keluarga besar komunitas Fisika, yang menegaskan bahwa kontribusi Dr. Daniel tidak hanya tercermin dalam pengajaran dan pelayanan laboratorium, tetapi juga dalam pembentukan budaya akademik yang disiplin dan humanis. Rangkaian sambutan ditutup oleh Dekan FMIPA, Dr. Aep Patah, yang menyampaikan penghargaan dan rasa hormat atas pengabdian panjang beliau bagi FMIPA dan ITB.

Pak Daniel beserta istri, dan anggota KK Fisika Magnetik dan Fotonik.

Pak Daniel bersama FI-83, yang juga dosen Fisika ITB.

Pak Daniel dan istri, bersama FI-92 (mahasiswa wali dan saat ini menjadi dosen Fisika ITB).
Jejak Inovasi dan Perjalanan Hidup
Dalam sesi sharing, Dr. Daniel mengajak hadirin menelusuri perjalanan hidupnya—dari masa sekolah, awal perkuliahan di Fisika ITB, hingga masa-masa mengabdi sebagai dosen. Di antara kisah penting yang ia bagikan adalah pengembangan sistem barcode untuk presensi praktikum di Laboratorium Fisika Dasar. Sistem ini mulai diterapkan pada tahun 2005 dan dengan cepat menjadi bagian penting dari budaya presensi praktikum Fisika ITB, bahkan memengaruhi penerapan sistem presensi di ITB secara umum. Inovasi ini lahir dari kebutuhan lapangan akan ketertiban, akurasi, dan keteraturan, sekaligus mencerminkan kemampuan Dr. Daniel melihat solusi teknologi yang sederhana namun efektif.
Beliau juga menceritakan kisah mengenai jam bandul legendaris berusia seratus tahun di Laboratorium Bosscha Fisika ITB. Sebagai jam yang pernah berperan dalam penjadwalan kuliah dan penentuan waktu observasi astronomis di Observatorium Bosscha, jam tersebut menjadi simbol sejarah panjang perjalanan Fisika ITB. Usaha Dr. Daniel memperbaiki dan merawatnya kembali menjadi bentuk kecintaan beliau terhadap warisan akademik dan historis.
Di akhir sesi sharing, Dr. Daniel menampilkan berbagai memorabilia berupa mainan anak-anak yang bekerja berdasarkan prinsip fisika. Koleksi kecil ini mencerminkan keyakinan beliau bahwa pembelajaran dapat tumbuh dari hal-hal sederhana yang membangkitkan rasa ingin tahu dan kegembiraan.
Kesan dan Pesan dari Alumni, Sejawat, dan Rekan Institusi
Setelah sesi berbagi pengalaman, acara dilanjutkan dengan ungkapan terima kasih dari para alumni dan rekan dosen. Mereka menyampaikannya dalam berbagai bentuk: ungkapan lisan bagi yang hadir, rekaman video bagi yang berhalangan, serta rangkaian tulisan yang dibacakan dalam acara. Kesaksian tersebut memotret Dr. Daniel sebagai sosok yang sabar, penuh perhatian, teguh pada prinsip, serta memiliki keahlian teknis yang menjadi rujukan banyak pihak.
Salah satu tulisan yang dibacakan dalam acara berasal dari rekan-rekan Laboratorium Hamburan Neutron BATAN (kini BRIN). Mereka menuliskan:
“Pada tahun 1997, melalui pelatihan mikrokontroler PIC yang beliau berikan di Laboratorium Hamburan Neutron BATAN, fondasi penting bagi kemandirian teknis laboratorium berhasil terbangun. Berkat dasar-dasar pemahaman yang ditanamkan Dr. Daniel, peralatan yang sebelumnya lama tidak berfungsi dapat dihidupkan kembali, dan hingga kini berbagai instrumen kompleks dapat dikembangkan secara mandiri. Bagi kami, warisan terbesar beliau adalah kemampuan untuk memahami sistem, menelusuri gangguan, dan berinovasi tanpa ketergantungan.”
Dari lingkungan internal Fisika ITB, Prof. Fatimah A. Noor turut menyampaikan kesannya. Dalam catatan singkatnya, beliau menulis bahwa Dr. Daniel adalah sosok yang meskipun senior, selalu bersedia turun tangan membantu prodi kapan pun dibutuhkan. Sikap rendah hati dan kesediaannya untuk bekerja bersama tanpa jarak menjadi teladan bagi para dosen muda dan rekan-rekan sejawat.
Penutup: Warisan yang Menyala Panjang
Acara purnabakti ini bukan hanya penanda akhir masa pengabdian formal seorang dosen, melainkan perayaan perjalanan seorang pendidik sejati yang telah memberikan warna penting bagi sejarah Fisika ITB. Jejak Dr. Daniel hidup dalam sistem yang ia bangun, alat yang ia rancang, mahasiswa dan kolega yang ia bimbing, serta nilai-nilai integritas yang ia tanamkan dalam keseharian akademik.
Sebagai pesan penutup, Dr. Daniel menyampaikan kalimat yang selama ini menjadi prinsipnya dalam bekerja:
“Kita musti ikut rules of the game, bukan games of the rules.”
Sebuah pengingat bahwa keteguhan pada aturan, kejujuran, dan integritas adalah fondasi yang menjaga kualitas dunia akademik dan kehidupan profesional. Warisan itulah yang kini dititipkan kepada generasi berikutnya. [AU]